Budidaya tanaman di rumah sendiri jadi hal yang sangat lumrah. Banyak orang menanam tanaman yang mereka inginkan di halaman rumah mereka. Misal kamu ingin budidaya bawang namun tidak memiliki halaman rumah. Pasti ada jalan karena pasti ada beberapa cara menanam bawang. Karena itulah ada cara alternatif yaitu budidaya bawang hidroponik.
Apa itu hidroponik? Seperti yang kita tahu bahwa biasanya menanam tanaman itu menggunakan tanah media tanam. Namun tidak dengan hidroponik. Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam melainkan menggunakan air. Walaupun menggunakan air, kebutuhan nutrisi termasuk unsur hara masih dapat terpenuhi sehingga dapat tumbuh dengan baik.
Budidaya Bawang Hidroponik
Budidaya bawang secara hidroponik hampir bisa dilakukan dengan semua jenis bawang. Namun biasanya bawang yang digunakan adalah yang berumbi atau berdaging seperti bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai.
1. Siapkan Alat dan Bahan
Selain dari bibit bawang, ada beberapa hal alat dan bahan yang disiapkan untuk menanam dengan cara hidroponik.
- Nutrisi AB mix
- Arang
- Sekam
- Air
- Kain flanel
- Botol plastik (ukuran sesuai bawang yang ingin ditanam)
- Pisau atau cutter
2. Persiapan Media Tanam
Potong botol dengan bagian bawah 2/3 sedangkan bagian atas 1/3. Bagian atas botol potong sekitar 1 cm pada bagian tutup botol agar diameter lebih besar. Beri lubang juga pada bagian leher botol. Bagian tersebut adalah tempat untuk sumbu kain flanel. Panjang sumbu kain flanel sesuaikan agar dapat mencapai bagian bawah botol.
Bagian bawah botol harus memiliki panjang atau tinggi paling tidak sekitar 4 cm. Bagian ini yang akan menjadi tempat nutrisi hidroponik yang merupakan nutrisi AB mix. Untuk banyaknya nutrisi yang dimasukkan pada air adalah 5 ml masing-masing nutrisi A dan B dalam 1 liter air. Pastikan untuk memperbarui nutrisi dengan rutin.
Pada bagian atas botol akan diisi media tanam. Media tanam merupakan campuran arang dan sekam. Sumbu menempel pada media tanam agar nutrisi dapat sampai ke bawang.
Untuk penempatan adalah bagian bawah botol tetap di bawah. Lalu letakkan bagian atas botol secara terbalik di atas bagian bawah botol. Sehingga sumbu kain flanel dapat menjangkau air.
3. Proses Penanaman
Untuk proses penanaman hampir sama dengan cara menanam biasa.
- Untuk bibit sendiri bisa berasal dari umbi bawang itu sendiri. Pilih bibit yang cukup tua dan kering. Umbi bawang yang sudah memiliki akar juga boleh untuk digunakan.
- Bersihkan bibit bawang. Potong sedikit bagian ujung dari bibit bawang.
- Media tanam dibasahkan terlebih dahulu dengan air bersih secukupnya. Jangan pula terlalu basah hingga menggenang.
- Buat lubang pada media tanam lalu taruh bibit bawang. Hanya sebagian bawang yang tenggelam di media tanam. Pastikan hanya ada 1 bibit dalam 1 botol jangan berlebih. Apalagi jika menanam bawang bombai.
- Simpan dan letakkan di tempat yang teduh. Sesekali boleh juga untuk terkena sinar matahari karena memang tumbuhan membutuhkan sinar matahari.
Sebenarnya hidroponik sendiri terdapat beberapa jenis. Untuk langkah di atas adalah menggunakan hidroponik sistem wick yang di mana harus melakukan pemantauan dan perawatan pergantian air secara berkala. Bisa juga sebenarnya menggunakan hidroponik sistem NFT. Di mana air akan terus mengalir dari pipa ke pipa sehingga nutrisi dapat terus berotasi dan teperbarui.
Nyatanya dengan menggunakan sistem hidroponik dapat menghemat biaya produksi. Jika menggunakan sistem NFT maka tidak perlu membuang waktu lagi untuk merawat tanaman. Perawatan seperti membersihkan gulma juga tidak perlu karena tidak mungkin ada gulma. Lumut juga akan sulit tumbuh.