Cara mengurangi pekerjaan manual HRD dapat dilakukan dengan menata ulang proses administrasi dan memanfaatkan teknologi yang sesuai.
Pekerjaan seperti memasukkan data, mencatat kehadiran, merekap izin, serta membuat laporan sering membutuhkan waktu ketika HR masih mengandalkan dokumen atau spreadsheet secara terpisah.
Dengan mengurangi proses yang berulang, HR dapat menggunakan waktu untuk pekerjaan yang membutuhkan analisis dan koordinasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu melihat proses administrasi yang paling sering dilakukan secara manual sebelum menentukan perubahan.
Langkah Mengurangi Pekerjaan Manual HRD
Setiap perusahaan memiliki proses kerja yang berbeda. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu HR mengurangi pekerjaan administratif yang berulang.
1. Identifikasi Proses yang Berulang
Langkah pertama adalah mencatat pekerjaan yang dilakukan HR secara rutin. Misalnya, HR perlu memasukkan data karyawan, memeriksa absensi, merekap izin, memperbarui jadwal, atau membuat laporan pada setiap periode.
Selanjutnya, HR dapat melihat pekerjaan yang membutuhkan pengulangan paling banyak. Proses tersebut dapat menjadi prioritas untuk disederhanakan atau dialihkan ke sistem digital.
Dengan cara ini, perusahaan tidak perlu mengubah seluruh proses sekaligus. HR dapat memulai dari pekerjaan yang paling banyak menyita waktu.
2. Memusatkan Data dalam Satu Sistem
Penyimpanan data pada banyak file dapat membuat HR melakukan pekerjaan yang sama beberapa kali. Karena itu, perusahaan dapat menggunakan sistem yang menyimpan informasi karyawan secara terpusat.
Penggunaan aplikasi HRD membantu HR mengelola informasi sesuai fungsi yang tersedia dalam sistem. Data yang tersimpan secara teratur juga memudahkan pencarian ketika HR membutuhkan informasi tertentu.
Selain itu, pemusatan data dapat mengurangi kebutuhan untuk memindahkan informasi secara manual dari satu dokumen ke dokumen lain. HR tetap perlu mengatur akses agar setiap data hanya dapat digunakan oleh pihak yang mempunyai kewenangan.
3. Mengotomatiskan Pencatatan Kehadiran
Pencatatan kehadiran menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan secara rutin. Jika HR harus mengumpulkan catatan dari berbagai sumber, proses rekap dapat membutuhkan waktu cukup panjang.
Oleh sebab itu, perusahaan dapat menggunakan aplikasi absensi karyawan untuk membantu pencatatan kehadiran secara digital. Data yang tersedia kemudian dapat digunakan untuk kebutuhan rekap sesuai fitur dan aturan perusahaan.
Selain mengurangi input berulang, sistem digital dapat membantu HR menemukan informasi seperti jam masuk, jam pulang, keterlambatan, atau status kehadiran tertentu.
4. Menyederhanakan Pengajuan Administrasi
Proses izin, cuti, atau perubahan data juga dapat menghasilkan pekerjaan manual apabila karyawan mengirimkan permintaan melalui banyak saluran. HR kemudian perlu memeriksa pesan, mencatat pengajuan, dan memperbarui dokumen secara terpisah.
Sebaliknya, perusahaan dapat membuat alur pengajuan yang lebih terstruktur. Karyawan mengirim permintaan melalui saluran yang ditentukan, kemudian pihak terkait memeriksa dan memberikan keputusan.
Setelah itu, HR dapat memperbarui status pengajuan pada sistem. Dengan begitu, riwayat administrasi lebih mudah ditelusuri dan HR tidak perlu mencatat informasi yang sama berkali-kali.
Mengevaluasi Proses secara Berkala
Digitalisasi tidak berarti semua pekerjaan HR langsung menjadi otomatis. Perusahaan tetap perlu mengevaluasi proses untuk mengetahui apakah sistem yang digunakan benar-benar mengurangi tahapan kerja.
Misalnya, HR dapat membandingkan jumlah langkah sebelum dan sesudah menggunakan sistem digital. Jika suatu proses masih membutuhkan banyak input manual, perusahaan dapat mencari bagian yang dapat disederhanakan.
Selain itu, HR perlu memastikan karyawan memahami prosedur baru. Sistem yang baik tetap membutuhkan penggunaan yang konsisten agar data yang masuk tetap lengkap dan sesuai.
Kesimpulan
Cara mengurangi pekerjaan manual HRD dapat dimulai dengan mengidentifikasi pekerjaan berulang, memusatkan data, mengotomatiskan pencatatan kehadiran, dan menyederhanakan pengajuan administrasi.
Dengan penerapan yang bertahap, HR dapat mengurangi pekerjaan administratif yang berulang tanpa mengabaikan kebutuhan pengawasan. Selanjutnya, perusahaan dapat mengevaluasi proses secara berkala agar penggunaan teknologi tetap sesuai dengan perkembangan kebutuhan administrasi.