Briket adalah bahan bakar padat yang terbuat dari bahan organik atau anorganik yang dipadatkan. Briket digunakan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, penggunaan briket semakin populer karena dianggap lebih ramah lingkungan. Artikel ini akan membahas berbagai macam bentuk briket yang umum digunakan, termasuk bahan baku, cara pembuatan, serta kelebihan dan kekurangannya.
Macam Macam Bentuk Briket

Briket Biomassa
a. Bentuk dan Bahan Baku
Briket biomassa dapat berbentuk silinder, kubus, atau bahkan bentuk-bentuk lain yang lebih kompleks tergantung pada mesin pencetak yang digunakan. Bahan bakunya sangat beragam, mulai dari limbah pertanian seperti sekam padi, jerami, tongkol jagung, hingga limbah industri seperti serbuk gergaji dan ampas tebu.
b. Cara Pembuatan
Pembuatan briket biomassa mirip dengan briket arang, namun tanpa proses pengarangan. Bahan baku dikeringkan, dihancurkan, dan dicampur dengan perekat alami. Setelah itu, campuran dipadatkan menggunakan mesin pencetak dan dikeringkan.
c. Kelebihan dan Kekurangan
Briket biomassa memiliki kelebihan berupa bahan baku yang melimpah dan murah, serta lebih ramah lingkungan karena menggunakan limbah yang seharusnya dibuang. Namun, briket ini memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibandingkan briket arang dan menghasilkan lebih banyak abu.
Briket Arang
a. Bentuk dan Bahan Baku
Briket arang biasanya berbentuk kubus atau silinder dan terbuat dari bahan baku seperti batok kelapa, kayu, atau serbuk gergaji. Batok kelapa sering dipilih karena memiliki kandungan karbon yang tinggi dan mudah didapatkan di negara tropis seperti Indonesia.
b. Cara Pembuatan
Proses pembuatan briket arang melibatkan beberapa tahap. Pertama, bahan baku dikeringkan dan dibakar dalam kondisi minim oksigen untuk menghasilkan arang. Selanjutnya, arang tersebut dihancurkan menjadi serbuk halus dan dicampur dengan perekat alami seperti pati atau kanji. Campuran ini kemudian dipadatkan menggunakan mesin pencetak briket dan dikeringkan kembali.
c. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan briket arang adalah memiliki nilai kalor yang tinggi, mudah dinyalakan, dan menghasilkan sedikit asap dibandingkan kayu bakar. Namun, briket arang juga memiliki beberapa kekurangan seperti harga yang relatif lebih mahal dan proses pembuatannya yang memerlukan waktu dan tenaga.
Briket Batubara
a. Bentuk dan Bahan Baku
Briket batubara umumnya berbentuk oval atau silinder dan terbuat dari serbuk batubara yang dicampur dengan bahan pengikat seperti tanah liat atau bahan kimia tertentu.
b. Cara Pembuatan
Proses pembuatan briket batubara melibatkan penggilingan batubara hingga menjadi serbuk halus, pencampuran dengan bahan pengikat, dan pemadatan menggunakan mesin pencetak. Setelah itu, briket dikeringkan untuk menghilangkan kadar air yang tersisa.
c. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan briket batubara adalah memiliki nilai kalor yang sangat tinggi dan harga yang relatif murah. Namun, briket batubara juga memiliki kekurangan yaitu menghasilkan emisi gas rumah kaca yang cukup tinggi dan abu yang banyak.
Briket Gambut
a. Bentuk dan Bahan Baku
Briket gambut biasanya berbentuk silinder atau blok dan terbuat dari bahan baku gambut yang merupakan bahan organik yang terbentuk dari dekomposisi tumbuhan di daerah rawa.
b. Cara Pembuatan
Proses pembuatan briket gambut melibatkan pengeringan gambut, penggilingan hingga menjadi serbuk halus, pencampuran dengan bahan pengikat, dan pemadatan menggunakan mesin pencetak. Setelah itu, briket dikeringkan untuk menghilangkan kadar air.
c. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan briket gambut adalah bahan bakunya yang melimpah dan mudah ditemukan di daerah rawa. Namun, briket ini memiliki kelemahan berupa nilai kalor yang lebih rendah dibandingkan briket arang dan batubara, serta proses pengeringan yang memerlukan waktu lama.