Pantai Lagundri Nias, Pacu Papan Selancarmu di Sini!

Pantai Lagundri Nias, Pacu Papan Selancarmu di Sini!

Pantai Lagundri Nias, Pacu Papan Selancarmu di Sini! – Pantai Lagundri yang indah di Nias, yang menjadi surganya peselancar ini, merupakan salah satu pantai yang tak bisa Anda abaikan begitu saja, pasirnya, keindahan sunset-nya, dan terutama ombaknya. Ya, Pantai Lagundri Nias merupakan salah satu tempat tujuan utama bagi para peselancar untuk menguji keterampilan mereka dalam mengendarai ombak.

Kondisi Alam Pantai Lagundri

Wisata Pantai Lagundri Nias berada di sebuah laguna, sebelah menyebelah dengan Pantai Sorake. Keduanya merupakan salah dua dari beberapa pantai terindah di Nias, dan menjadi tujuan para peselancar dunia berbondong-bondong datang untuk menaklukkan ombak pada setiap tahunnya.

Ombak di Pantai Lagundri bisa mencapai ketinggian 7 hingga 9 meter dengan 5 tingkatan dengan panjang daya dorong ombak hingga 200 meter, dan bisa lebih mengganas lagi saat bulan purnama. Konon, kehebatan ombak Pantai Lagundri hanya bisa dikalahkan oleh ombak yang ada di Kepulauan Hawaii.

Ini tak lepas karena posisi Wisata Pantai Lagundri Nias yang menghadap ke Samudera Hindia secara langsung, dan juga merupakan tempat pertemuan dua arus sehingga bisa menimbulkan gelombang laut yang cukup besar.

Pantai Lagundri yang indah di Nias ini berpasir putih halus, dan jika Anda belum mahir memacu papan selancar, Anda bisa dengan sangat aman berenang di pantainya. Di Pantai Lagundri Anda tak perlu mengkhawatirkan adanya hewan-hewan berbahaya seperti ubur-ubur, hiu dan sejenisnya. Tak lupa, jangan lewatkan pula pemandangan sunset yang begitu mempesona di sore harinya.

Sejarah Pantai Lagundri

Surfing breaks Pantai Lagundri pertama kali ditemukan oleh peselancar Australia Kevin Lovett dan John Giesel pada tahun 1975. Saat itu Lovett dan Giesel masih berusia 20 dan 22 tahun, melakukan perjalanan untuk menemukan lokasi-lokasi selancar yang masih belum terungkap.

Suatu kali mereka tahu mengenai Pulau Nias dari seorang kepala suku Batak di Sumatera Utara. Berbekal peta tua, mereka akhirnya menyeberang dari Pulau Sumatera. Di perjalanan mereka bertemu dengan dua peselancar legendaris lain di masa itu, yaitu Peter Troy dan Wendy Adcock. Bersama mereka meneruskan perjalanan untuk mencari Pantai Lagundri yang saat itu masih sangat perawan.

Setelah menempuh jarak 15 kilometer dengan menembus hutan, sampailah mereka di sebuah laguna yang menakjubkan dengan ombak-ombak besar yang menantang untuk ditaklukkan. Lovett menyebut ombak-ombak itu dengan sebutan ‘relentless sets of smokin’ 6-to-8 foot almond-eyed waves’, atau ombak berbentuk almond setinggi 6 – 8 kaki yang tak kenal belas kasihan.

Melihat semua itu, Kevin Lovett, John Giesel dan Peter Troy tak mampu lagi menahan diri untuk tidak segera terjun ke laut dan mulai bermain dengan ombak. Sedangkan Michael Day tak ikut turun ke laut meski sebelumnya dia juga seorang peselancar yang hebat.

Ingin tinggal lebih lama di pantai indah yang masih perawan tersebut, Kevin Lovett meminta Michael Day yang dapat berbicara bahasa Indonesia, untuk meminta orang-orang lokal yang tinggal di sekitar pantai tersebut untuk membuatkan gubuk sederhana untuk mereka tinggali. Itulah awal mula munculnya desa peselancar di tepian Pantai Lagundri yang indah di Nias, yang masih terus hidup hingga sekarang.

Lovett dan Giesel tinggal di pantai itu selama 3 bulan. Mereka berempat sepakat untuk merahasiakan tempat tersebut, namun entah bagaimana akhirnya lokasi Pantai Lagundri yang tersembunyi itu akhirnya terungkap juga. Namun, Giesel ternyata tak dapat bertahan, karena terserang penyakit malaria dan akhirnya meninggal dunia 7 bulan kemudian akibat pneumonia.

Lovett masih bertahan sendirian di Pantai Lagundri, meski dia sudah sering diperingatkan oleh seorang iulu (kepala dan kepala penyihir) setempat bahwa dia pernah menjadi sasaran kanibalisme yang masih dilakukan oleh suku Nias di masa itu.

Kondisi Paska Gempa Sumatera Tahun 2005

Ya, gempa Sumatera telah menghancurkan pantai-pantai indah di Nias dengan tsunami yang dibawanya, termasuk Pantai Lagundri. Permukaan tanah menjadi terangkat beberapa meter, sementara ada pula penurunan permukaan tanah di beberapa tempat lain. Hal ini menyebabkan yang tadinya muncul di permukaan air sekarang menjadi tenggelam di dasar laut.

Tsunami yang tiba sekitar 15 hingga 20 menit setelah gempa berkekuatan 8.7 skara Richter yang terjadi pada kedalaman 30 km di bawah permukaan Samudra Hindia, 200 km sebelah barat Sibolga, Sumatera atau 1400 km barat laut Jakarta, sekitar setengah jarak antara pulau Nias dan Simeulue tersebut, memang menelan banyak korban, baik nyawa maupun harta benda.

Gempa ini memengaruhi struktur dasar laut di Samudera Hindia, termasuk di Teluk Lagundri, hingga memengaruhi pula pola ombak yang terbentuk dan memecah di pantai.

Jika Anda Ingin ke Wisata Pantai Lagundri Nias

Pantai Lagundri merupakan pantai indah di Nias yang letaknya cukup terpencil, meski ketenarannya sudah mendunia sebagai surga para wisatawan memacu papan selancar mereka. Jadi, jangan mengharapkan Anda bisa menemukan night club, hotel mewah, restoran mahal di sekitar pantai eksotis di Pulau Nias.

Pada tahun 1990-an, Anda sebenarnya akan bisa menemukan banyak losmen dan bungalow di sepanjang pantai. Namun, lagi-lagi, gempa dan tsunami telah menghancurkan semua bangunan tersebut. Memang ada LSM yang membantu penduduk lokal untuk membangun kembali rumah-rumah mereka, namun kondisi tidak memulih dengan cepat. Jumlah wisatawan menurun, dan peselancar berpikir dua kali untuk kembali mengunjungi Pantai Lagundri.

Namun kerja keras penduduk untuk mengembalikan kondisi pantai seperti semula akhirnya membuahkan hasil. Backpackers kembali berdatangan, peselancar kembali datang untuk bermain bersama ombak.

Jika Anda ingin menginap di Pantai Lagundri, ada dua losmen dan bungalow yang direkomendasikan untuk Anda.

  • Yang pertama, adalah Ian’s Beach House yang menawarkan dua kamar yang dapat Anda tinggali dan berada di lantai atas. Range harga untuk menginap di sini sekitar Rp 150.000 – Rp 250.000 tergantung musim liburan atau tidak. Di sini, Anda bisa juga menikmati berbagai sajian seafood dengan bahan-bahan yang langsung didapatkan oleh pemilik bungalow dari nelayan setempat.
  • Tempat kedua yang dapat Anda tinggali adalah Harus Damai Losmen, yang menawarkan kamar dengan fasilitas AC dan berlokasi di salah satu sudut Teluk Lagundri. Meski agak sedikit lebih jauh dari bibir pantai, namun pemandangan yang ditawarkan setiap harinya dari losmen ini tak kalah indahnya.

Losmen lainnya bisa Anda temukan juga di Pantai Sorake, tak jauh dari Pantai Lagundri.

Peta Lokasi Wisata Pantai Lagundri di Pulau Nias

Ya, Pantai Lagundri memang berada di lokasi yang sangat terpencil. Mungkin pantai ini bisa Anda samakan kondisinya dengan pantai-pantai di Bali sekitar 50 tahun yang lalu. Tak ada hotel berbintang, tak ada diskotik, tak ada keramaian-keramaian khas tempat wisata.

Namun, justru inilah yang membuat Pantai Lagundri, pantai indah di Nias ini bertahan sebagai pantai surga peselancar dunia memacu adrenalin yang juga harus Anda kunjungi. Bagaimana? Tunggu apa lagi, bawa dan pacu papan seluncurmu di Pantai Lagundri Nias.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *