Ingin Membuka Usaha Jual Kue Balok? Simak Analisis Peluang Usahanya Disini

Ingin Membuka Usaha Jual Kue Balok? Simak Analisis Peluang Usahanya Disini
Sumber foto https://www.traveloka.com/id-id/restaurants/indonesia/detail/kue-balok-kang-muss-sorogenen-108982/photos

Bisnis dalam bidang makanan atau kuliner seakan-akan tidak ada habisnya. Makanan-makanan baru yang terlihat menggiurkan terus saja bermunculan dan tidak pernah gagal memikat para pelanggan yang penasaran akan rasanya. Dalam beberapa tahun ini misalnya, kue balok menjadi sangat populer di masyarakat. Hal ini juga yang kemudian menarik perhatian para pegiat bisnis kuliner untuk mencoba menjalankan usaha jual kue balok.   

Kue balok sendiri adalah jenis kue panggang yang memiliki tekstur empuk dan rasa manis. Jenis kue ini  sebenarnya bukanlah jajanan yang baru saja muncul. Makanan bahkan ini sudah ada sejak dulu di tanah Sunda Jawa Barat, tepatnya saat zaman kolonial era 90-an. Kue balok kemudian muncul lagi dan lebih populer berkat adanya inovasi pengembangan cita rasa dari kue tersebut.

Jajanan kue balok ini biasanya sangat cocok untuk dijadikan camilan saat bersantai. Selain itu, kue balok juga sering diburu saat menjelang hari raya idul fitri untuk sajian makanan ringan di rumah. Dari sini kita bisa melihat bahwa permintaan masyarakat akan kue balok memiliki tren yang positif. Sehingga usaha jual kue balok terlihat sangat prospektif kedepannya.

Jika Anda memang tertarik menggeluti usaha ini, maka tidak ada salahnya untuk mencoba. Atau apabila Anda memang sudah tertarik untuk menggeluti bisnis ini namun masih ragu, maka Anda tidak perlu cemas karena Anda akan segera mendapatkan jawabanya. Sebab, dalam artikel ini akan dibahas bagaimana peluang dari usaha jual kue balok dengan menganalisa modal awal yang dibutuhkan hingga seberapa besar keuntungannya. Maka dari itu, silahkan simak tuntas artikel ini.

Analisa Modal dam Keuntungan Usaha Kue Balok

Dalam memulai suatu usaha, modal dan keuntungan memang cukup krusial. Terkadang banyak dari pengusaha yang mengeluhkan besarnya modal yang dibutuhkan,namun keuntungannya justru tidak seberapa. Lalu bagaimana halnya dengan usaha jual kue balok ini? Untuk mengetahui jawabanya, Anda bisa menilainya sendiri berdasarkan penjelasan analisa modal dan keuntungan di bawah ini.

  1. Modal Awal

Modal awal adalah modal yang diperlukan untuk bisa memulai suatu usaha. Dalam hal ini, modal awal dapat digunakan untuk membeli peralatan-peralatan tertentu yang mendukung berjalannya suatu usaha. Pada usaha jual kue balok ini, setidaknya dibutuhtkan modal awal sebesar Rp. 4.752.000. Berikut ini merupakan rincian penggunaan modal awal tersebut :

  • Gerobak jualan                        : Rp. 3.000.000
  • Kompor/Tungku                      : Rp. 350.000
  • Alat masak                              : Rp. 125.000
  • Spanduk dan banner (2 buah) : Rp. 100.000
  • Kursi (4 buah)                         : Rp. 200.000
  • Meja                                        : Rp. 150.000
  • Cetakan kue (2 buah)              : Rp. 200.000
  • Tempat adonan dan bumbu     : Rp. 150.000
  • Gas elpiji                                 : Rp. 450.000

2. Modal Operasional

Selain modal awal, modal operasional juga tidak kalah penting dalam menjalankan suatu usaha. Modal operasional ini adalah biaya-biaya yang dikeluarkan selama berjalannya usaha tersebut. Dalam usaha jual kue balok ini, modal operasionalnya kurang lebih sekitar Rp. 1.173.500. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak keterangan pengeluarannya di bawah ini :

  • Tepung terigu  (10 Kg)            : Rp. 110.000
  • Garam (1 pak)                         : Rp. 10.000
  • Gula pasir (3 Kg)                    : Rp. 37.500
  • Susu bubuk vanila (250 g)      : Rp. 35.000
  • Susu bubuk cokelat (250 g)    : Rp. 35.000
  • Margarin (2 Kg)                      : Rp. 40.000
  • Vanila bubuk (2 botol)            : Rp. 40.000
  • Baking powder (2 botol)         : Rp. 20.000
  • Telur ayam (2 Kg)                  : Rp. 50.000
  • Cokelat blok (1 Kg)                : Rp. 65.000
  • Tiramisu blok  (1 Kg)              : Rp. 65.000
  • Green tea blok (1 Kg)             : Rp. 65.000
  • Minyak goreng (1 L)              : Rp. 13.500
  • Kemasan kue  (600)                : Rp. 600.000

3. Modal Operasional Bulanan

Modal operasional yang telah dijelaskan diatas hanyalah modal yang dibutuhkan untuk keperluan bahan baku saja. Perhitungan tersebut belum memperhitungkan kebutuhan biaya gas elpiji dan juga sewa tempat. Untuk usaha jual kue balok ini diasumsikan bahwa kebutuhan modal untuk gas elpijinya adalah Rp. 150.000 dan sewa tempat Rp. 2.000.000. Sehingga apabila dijumlahkan seluruhnya, maka biaya operasional per bulan adalah Rp. 3.323.500.

4. Keuntungan

Harga kue balok yang ada di pasaran umumnya beragam. Namun, pada usaha ini diasumsikan harga jualnya adalah Rp. 25.000 per porsi. Apabila dalam satu bulan Anda dapat menjual sejumlah 600 porsi, maka omset yang Anda dapatkan dalam sebulan adalah Rp. 15.000.000. Kemudian untuk mendapatkan keuntungannya, omset tersebut dapat dikurangi dengan biaya operasional bulanan. Sehingga didapat keuntungan Rp. 5.778.000.

Nah itulah tadi pembahasan tentang analisis peluang usaha jual kue balok. Besar kecilnya peluang usaha tersebut sebenarnya tergantung dari penilaian tiap-tiap individu. Akan tetapi, untuk usaha yang baru saja dirintis, bisnis tersebut sudah lumayan menguntungkan. Selebihnya tinggal bagaimana Anda bisa mengelolanya saja, apabila Anda bisa mengelolanya dengan baik maka bisnis apapun pastilah menguntungkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *