7 Komponen Standar Produk Makanan Siap Ekspor

Banyak UKM Indonesia yang tidak bisa diekspor karena tidak memenuhi standar produk untuk pasar ekspor, termasuk pangan. Namun, banyak yang percaya bahwa standar ekspor selalu terkait dengan sertifikasi. Kriteria yang lebih penting yang harus dipenuhi adalah keamanan produk sebagaimana dipersyaratkan oleh peraturan pemerintah di masing-masing negara.

Bacaan Lainnya

Padahal, masalah terbesar produk UKM Indonesia gagal ekspor mungkin bukan masalah sertifikasi, melainkan rendahnya tingkat keamanan produk. Pemicu lainnya adalah regulasi Indonesia yang tidak seketat negara tujuan ekspor. Sementara itu, UKM Indonesia sedang berjuang untuk meningkatkan standar keamanan produk.

Jadi, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu dan bagaimana mematuhi standar wajib tersebut.

Apa perbedaan antara standar wajib dan umum?

Sebelum membahas lebih jauh, usaha kecil seringkali mengalami kebingungan saat membedakan antara standar wajib dan standar umum. Perbedaan utamanya adalah standar wajib diatur oleh pemerintah melalui regulasi, sedangkan standar umum ditentukan oleh pasar (sektor swasta). Jika standar wajib berfokus pada keamanan produk, standar umum berfokus pada kualitas produk.

Standar wajib ini juga dibagi menjadi tiga tingkatan: nasional, regional dan internasional.

  • level nasional: Setiap negara mengembangkan standarnya sendiri yang ditegakkan secara wajib dalam kedaulatan teritorial yang relevan. Hal ini dapat dilakukan dengan membantu atau memberdayakan organisasi pembangunan lainnya (terakreditasi) melalui badan standar nasional.
  • Tingkat Daerah: Saat ini beberapa negara di kawasan seperti Uni Eropa dan ASEAN menjalin kerjasama dalam bentuk pasar tunggal. Mereka sepakat untuk mengembangkan dan menerapkan standar yang akan diterapkan di Kawasan.
  • Tingkat internasional: Ada empat badan standardisasi internasional, ITU, IEC, ISO, dan CAC, yang mengembangkan standar wajib yang berlaku secara internasional.

SayaInformasi tentang standar ekspor wajib

Negara harus mengembangkan portal yang memberikan informasi tentang standar peraturan. Beberapa negara menawarkan situs web yang menyediakan standar yang relevan untuk mengimpor dan mengekspor makanan.

Contoh website Indonesia adalah exim.kemendag.go.id yang disediakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Semua standar ekspor untuk setiap negara dicantumkan untuk setiap produk. Pada gilirannya, International Trade Center (ITC) juga menyediakan informasi ini melalui exportpotential.intracen.org. Selain itu, negara atau wilayah memberikan informasi tentang UE dan standar ekspor lainnya di situs web mereka di trade.ec.europa.eu.

Selain itu, standar wajib ini biasanya dapat ditemukan di kementerian kesehatan dan pertanian nasional dan dapat dimintai informasi lebih lanjut. Bahkan, kedutaan juga dapat memberikan informasi ini dengan memberikan panduan tentang standar. Dan meskipun importir sebenarnya dapat memberikan informasi tentang standar wajib ini, mereka melakukannya tanpa konfirmasi dari pemerintah, sehingga ada risiko informasi tersebut tidak akurat.

Untuk pemahaman yang lebih jelas, mari kita bahas standar wajib untuk kategori produk yang paling banyak ditemukan di UKM Indonesia: makanan.

Standar makanan wajib

Makanan memiliki banyak variasi produk. Untuk itu, standar kewajiban ekspor pangan bervariasi dari satu negara ke negara lain dan bahkan dari sektor ke sektor, tergantung pada peraturan masing-masing. Meskipun ada banyak standar pangan wajib di berbagai negara, tabel berikut menunjukkan beberapa bahan yang biasanya dibutuhkan dalam standar pangan wajib.

saus: www.ukmindonesia.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *